Semangkuk Bubur

Tantangan Menulis OmJay
Tanggal 18 Juni 2022
Oleh Ilham

Kalau kita melihat gambar di atas tentunya menimbulkan pertanyaan gambar apa itu, oooo ternyata jawabannya adalah semangkuk Bubur yang ditemani segelas air putih yang jernih.

Balik kilas cerita perjalanan selama mengikuti kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh Kominfo pusat bekerjasama dengan Balai Diklat Keagamaan Manado.

Sejak check in penulis sudah berniat untuk melaksanakan puasa Senin Kamis walaupun dalam pelatihan berjalan.
Ada bahan cerita rupanya yang dibahas oleh teman-teman seangkatan pelatihan, mereka pada pertanyakan sudah berapa hari kegiatan penulis tidak pernah bersama teman-teman di ruang makan untuk sarapan pagi, siang, mereka hanya melihat penulis kalau di malam hari.

Seketika ada utusan teman-teman mendatangi penulis bertanya ada apa penulis tidak pernah sarapan pagi, siang beberapa hari ini, hanya saat makan malam baru bergabung. Penulis menjawab pertanyaannya bahwa penulis saat ini sedang melaksanakan puasa Senin dan Kamis serta berencana melaksanakan puasa Syawal.

Semangkuk Bubur dan segelas air minum menemani sarapan yang penulis ambil, ternyata keragu-raguan yang muncul dalam hati tentang hal yang muncul ternyata hanya sebuah rasa ketakutan yang ada pada penulis.
Kenapa demikian karena jauh sebelum penulis mengikuti pelatihan di tempat kegiatan banyak informasi yang di dapat penulis, tapi alhamdunillah penulis bertanya pada petugas yang ada di dapur ternyata semua bahan bakunya adalah halal.

Pagi ini saat mengantar istri ketempat kerja dan anak ke sekolah, menyempatkan untuk sarapan pagi apa yang penulis pesan adalah bubur ayam ala kaki lima yang ada di trotoar jalan Sultan Hasanuddin wilayah kecamatan Baolan, wilayah ini adalah wilayah pendidikan yang hampir semua tingkatan ada di wilayah ini, mulai dari naungan dinas pendidikan dan Kementerian Agama berdampingan di wilayah tersebut.

Sambil menikmati bubur ayam ala kaki lima yang ada, serta memperhatikan kedatangan peserta didik masing-masing dari rumah mereka, ada yang masuk ke pintu SMP, SMK, dan MTs, MA.
Hal lain yang menjadi perhatian adalah pak polantas yang membantu peserta didik yang menyemberangi jalan, bahkan ada yang ditahan karena kesalahan dari peserta didik yang mengendarai bermotor tidak menggunakan helm.

Yang menarik menurut hemat penulis bahwa polantas yang ada memberikan arahan pada peserta didik dengan melibatkan para guru yang ada di sekolah untuk mengundang orang tua peserta didik agar ke sekolah menyelesaikan masalah yang ada.

Tidak terasa waktu semakin dekat untuk balik kanan ke tempat tugas sebagai abdi negara, inilah beberapa goresan atau ketikan jari-jari di tuts HP penulis.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Write's Blok

Menulis di Kala Sakit

Kebiasaan Buruk Seorang Guru