Proofeeding Sebelum Menerbitkan Tulisan

Pertemuan ke 12
Narasumber : Susanto, S. Pd
Moderator : Nur Dwi Yanti
Judul : ProoFreeding Sebelum Menerbitkan Tulisan

Seperti malam-malam sebelumnya kegiatan kita dimulai dan dibuka oleh moderator dan sekaligus memperkenalkan narasumber kita malam ini.
Para peserta pastinya bertanya-tanya apa sih itu Proofeeding tentunya ini semua yang ada dalam benak peserta, nah untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Proofeeding mari kita ikuti pemaparan dari narasumber kita.

Proofreading biasanya disebut dengan uji-baca adalah membaca ulang sebuah tulisan, tujuannya adalah untuk memeriksa apakah terdapat kesalahan dalam teks tersebut.
Karena jika kita membuka PUEBI, maka akan terlihat kesalahan kita dalam menulis.
Selain itu, huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kalimat baru. Entah kalimat berita, tanya, atau perintah.

Untuk melakukan  proofreading, kesalahan yang dimaksud di sini termasuk kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan, konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah, hingga pemenggalan kata dapat diminimalkan.

Ada juga yang di sebut  seorang proofreader? Apa saja kerja seorang proofreader?  Tugas seorang proofreader bukan hanya membetulkan ejaan atau tanda baca. Seorang proofreader juga harus bisa memastikan bahwa tulisan yang sedang ia uji-baca bisa diterima logika dan dipahami. Jadi, tugas seorang proofreader adalah untuk membuat teks mudah dipahami pembaca dan tidak kehilangan substansi awalnya.

Ada 4 langkah yang harus dilakukan sebagai seorang Proofeeding :

1. Langkah Pertama
Merevisi draf awal teks. Membuat perubahan signifikan pada konten dan memindahkan, menambahkan, atau menghapus seluruh bagian.

2. Langkah Kedua
Merevisi penggunaan bahasa: kata, frasa, dan kalimat serta susunan paragraf untuk meningkatkan aliran teks.

3. Langkah Ketiga
Memoles kalimat untuk memastikan tata bahasa yang benar, sintaks yang jelas, dan konsistensi gaya. Memperbaiki kalimat kalimat yang ambigu.

4. Yang keempat

1.  Cek ejaan. Ejaan ini merujuk ke KBBI, tetapi ada beberapa kata yang mencerminkan gaya penerbit
2.  Pemenggalan kata-kata yang merujuk ke KBBI
3.  Konsistensi nama dan ketentuannya
4.  Perhatikan judul bab dan penomorannya

Pada pertemuan cukup banyak peserta yang antusias bertanya tentang materi malam ini yang sungguh luar biasa, semoga apa yang dipaparkan oleh narasumber malam ini dapat kita aplikasikan dalam menulis kedepannya. Tapi ada satu hal yang penulis dapatkan arti dari Typo, penulis belum mendapatkan gambaran tentang satu kata yakni Typo.

Demikian Resume pertemuan ke 12
Ilham










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Write's Blok

Menulis di Kala Sakit

Kebiasaan Buruk Seorang Guru