Menjemput Impian
Tugas Menulis OmJay untuk tanggal 17 Juni 2022.
Menjemput Impian
Oleh: Ilham
Menjadi seorang guru merupakan impian banyak orang, tetapi tidak semua orang dapat menjadi guru. Memang terlihat sangat muda dan menyenangkan ketika berbicara di depan kelas dengan pakaian yang rapi dan berwibawa. Ayah saya seorang guru madrasah.
Seorang guru tentunya harus memiliki keterampilan mengajar, mengelola kelas dan sebagainya Keinginan menjadi guru tdk serta merta dapat terwujud karena saat lulus SMA saya masuk seleksi angkatan darat TNI, namun belum berhasil, kemudian saya mendaftar lagi dibagian BPLP di Makasar untuk menjadi seorang pelaut, kembali juga tidak berhasil. Sesaat berpikir mungkin tidak ada jodoh untuk menjadi seorang Abdi Negara dibidang pertahanan Negara dan kelautan.
Hal ini sebagai seorang anak harus menyampaikan pada kedua orang tua yang berada di kampung, orang tua laki-laki menyarankan untuk menunggu dan mengulangi mendaftar tahun selanjutnya, tapi itu saya urungkan, ataukah ini merupakan kata-kata dari saudara kandung saya yang telah berhasil menjadi TNI AD yang telah menyampaikan beberapa hal yang menitikberatkan untuk tidak lagi mendaftar di TNI, pemahaman saya ini adalah bertujuan kakak kandung saya agar tidak semua di TNI, keinginannya masuk pada bidang lain.
Singkat cerita yang saya alami, maka saya putuskan untuk bersilaturahmi kembali ke orang tua perempuan, beliau berada di kota palu provinsi Sulawesi Tengah, yg kebetulan juga penulis pernah tinggal dan mengenyam pendidikan di sana mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Pertama.
Setelah diskusi dengan keluarga dan orang tua perempuan menyarankam untuk melanjutkan di STAIN Datokarama Palu.
Pikir-pikir bolehlah sekalian menjaga orang tua beserta adik-adik.
Dengan latar belakang pendidikan Strata satu di STAIN Datokarama Palu dengan Jurusan Tarbiyah Program Studi Pendidikan Agama Islam saya mencari lowongan pekerjaan menjadi seorang guru Honorer.
Dengan bangga saya menerima tawaran sebagai guru honorer di MTsS DDI Kelurahan Baru yang letaknya di daerah perkotaan Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.
Setiap hari penulis kadang berjalan kaki,kadang juga naik becak untuk menjangkau tempat kerja. kepala Madrasah menugaskan Saya mengajar pada kelas 7 sampai 9 dan memberi tugas tambahan sebagai tenaga administrasi untuk membantu teman yang ada dibagian tersebut.
Saya ingin kehadiran ini dapat membawa perubahan pada suasana kelas, bahkan pada kondisi madrasah. Pertama yang saya lakukan adalah mengajak peserta didik membersihkan kelas karena sepertinya sejak sekolah dibangun lantainya tidak pernah disapu. Ruang administrasi tidak tertata rapi penuh debu, lemari tidak tertata dengan baik, biasanya jika hujan deras maka madrasah tersebut akan mengalami banjir dan berlumpur.
Dengan segala keterbatasan sarana dan prasarana, saya seperti berperang tanpa senjata. Buku bantuan pemerintah adalah satu satunya modal saya mendapatkan materi pelajaran. Belum ad internet, alat peraga dan media pembelajaran seperti sekarang.
Dengan Program Kementerian Agama adanya tes guru kontrak yang dilaksanakan tahun 2014 akhir yang sekaligus membuka gerbang untuk melangkah lebih maju. Berdasarkan nilai Tes saya di SK kan dan ditempatkan di SMP Negeri 3 Tolitoli.
Di tempat inilah penulis banyak kenal dengan teman-teman yang memiliki pengalaman menjadi seorang guru, dan melibatkan penulis dengan berbagai kegiatan mereka.
Komentar
Posting Komentar