Konsep Buku Nonfiksi

Pertemuan ke 14
Narasumber : Musiin, M. Pd
Moderator : Lely. Y Suryani
Judul : Konsep Buku Non-fiksi
Penulis Resume : Ilham

Pertemuan malam ini narasumber kita akan memaparkan materi tentang Konsep Buku Nonfiksi (Musiin, M. Pd) dan moderator kita ibu Lely. Y Suryani, seperti biasanya moderator memperkenalkan narasumber yang akan menyampaikan materi mulai dari nama sampai prestasi yang pernah diperoleh oleh pemateri.

Ada hal yang menarik malam ini apa itu ternyata malam ini OmJay turut bergabung untuk memberikan semangat buat para peserta baik yang ada di angkatan 25 maupun yang di angkatan 26. Terima kasih OmJay sudah memberikan motivasi buat kita semua tetap konsisten untuk mengikuti kegiatan ini.

Ternyata narasumber kita malam ini adalah alumni BM juga hanya saja beliau di angkatan ke 8 kalau tidak salah, bahkan narasumber kita juga memiliki tulisan dengan judul Literasi Digital Nusantara. Meningkatkan Daya Saing Generasi.

Proses penulisan buku nonfiksi terdiri dari 5  langkah, yakni
1. Pratulis
2. Menulis Draf
3. Merevisi Draf
4. Menyunting Naskah
5. Menerbitkan

Langkah Pertama
 Pratulis

1. Menentukan tema
2. Menemukan ide
3. Merencanakan jenis tulisan
4. Mengumpulkan bahan tulisan
5. Bertukar pikiran
6. Menyusun daftar
7. Meriset
8. Membuat Mind Mapping
9. Menyusun kerangka
Tema bisa ditentukan satu saja dalam sebuah buku. Tema dari buku nonfiksi adalah parenting, pendidikan, motivasi dll.

Untuk melanjutkan dari tema menjadi sebuah ide yang menarik, penulis bisa mendapatkan dari berbagai hal, contohnya 
1. Pengalaman pribadi
2. Pengalaman orang lain
3. Berita di media massa
4. Status Facebook/Twitter/Whatsapp/Instagram
5. Imajinasi
6. Mengamati lingkungan
7. Perenungan
8. Membaca buku
9. Survey
10. Wawancara

Tema yang saya angkat di buku saya adalah pendidikan. Ide berasal dari berita di media massa,  mengamati lingkungan serta diperkuat dari materi di Prof EKOJI Channel dengan judul Digital Mindset (The Key to Transform Your Organization) yang tayang pada tanggal 20 Maret 2020

Referensi penulisan buku bisa dari sumber berikut ini.
1 . Pengetahuan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
2. Keterampilan yang diperoleh secara formal , nonformal , atau informal ;
3. Pengalaman yang diperoleh sejak balita hingga saat ini ;
4. Penemuan yang telah didapatkan.
5. Pemikiran yang telah direnungkan

Tahap berikutnya membuat kerangka.Kerangka kemudian diajukan ke salah satu narasumber yang pernah memberikan yang nantinya disetujui untuk melanjutkan ke proses penulisan.

Kemudian narasumber memberikan contoh tentang penyusunan daftar isi buku yang sudah dibuat oleh narasumber sebagai berikut.
BAB 1 Penggunaan Internet Di Indonesia
A. Pembagian Generasi Pengguna Internet
B. Karakteristik Generasi Dalam Berinternet
BAB 2 Media Sosial
A. Media Sosial
B. UU ITE
C. Kejahatan di Media Sosial
BAB 3 Literasi Digital
A. Pengertian
B. Elemen
C. Pengembangan
D. Kerangka Literasi Digital
E. Level Kompetensi Literasi Digital
F. Manfaat
G. Penerapan Literasi Digital Pada Lintas Geerasi
H. Kewargaan Digital

BAB 4 Ekosistem Literasi Digital Di Nusantara
A. Keluarga
B. Sekolah
C. Masyarakat
BAB 5 Literasi Digital Untuk Membangun Digital Mindset Warganet 
A. Perkembangan Gerakan Literasi Digital Di Indonesia
B. Literasi Digital Tanpa Digital Mindset Di Indonesia
C. Membangun Digital Mindset Warganet 

Lebih lanjut narasumber menyampaikan bahwa menulis buku perlu memahami anatomi buku itu sendiri. Apa-apa saja itu seperti 
Anotomi Buku
1. Halaman Judul
2. Halaman Persembahan (OPSIONAL)
3. Halaman Daftar Isi
4. Halaman Kata Pengantar (OPSIONAL, minta kepada tokoh yang berpengaruh)
5. Halaman Prakata
6. Halaman Ucapan Terima Kasih (OPSIONAL)
7. Bagian /Bab
8. Halaman Lampiran (OPSIONAL)
9. Halaman Glosarium
10. Halaman Daftar Pustaka
11. Halaman Indeks
12. Halaman Tentang Penulis

Langkah kedua
Menulis Draf
1. Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
2. Tidak mementingkan kesempurnaan, tetapi lebih pada bagaimana ide dituliskan
Langkah ketiga

Merevisi Draf
1. Merevisi sistematika/struktur tulisan dan penyajian
2. Memeriksa gambaran besar dari naskah.
Langkah keempat 
Menyunting naskah (KBBI dan PUEBI)
1. Ejaan
2. Tata bahasa
3. Diksi
4. Data dan fakta
5. Legalitas dan norma
Hambatan-hambatan dalam menulis 
1. Hambatan waktu
2. Hambatan kreativitas
3. Hambatan teknis
4. Hambatan tujuan
5. Hambatan psikologis

Dari pemaparan narasumber dapat kita pahami bahwa ada empat hal yang penting dalam menulis buku Nonfiksi, sehingga dalam menulis perlu memperhatikan hal tersebut.

Mari mencoba untuk menulis buku Nonfiksi dan mungkin dapat mulai pertemuan ini kita mencoba membuat judul dan kemudian menyusun daftar isi buku yang rencana disusun.
Semangat dan tetap semangat untuk menulis, buktikan bahwa menulis setiap hari akan menjadikan kita untuk terbiasa menulis.







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Write's Blok

Menulis di Kala Sakit

Kebiasaan Buruk Seorang Guru