Guru Bermata Lalat

Tantangan Menulis OmJay
Tanggal 5 Februari 2023
Guru Bermata Lalat
Oleh : Ilham

Menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia di mata sang pencipta, tapi tidak semua orang dapat menjadi guru, karena beban seorang guru itu cukup berat, tapi jika pekerjaan atau profesi itu disenangi in Syaah Allah akan menjadi pekerjaan yang ringan dikerjakan.
Ada empat kompetensi yang harus di miliki seorang guru sebut saja kompetensi pedagogik, kompetensi pribadi, kompetensi profesional dan kompetensi sosial, empat kompetensi ini harus dikuasai dan menjadi darah daging bagi setiap guru.
Bertugas sebagai guru di sekolah atau di madrasah harus dapat menerima semua kondisi yang ada, mulai kondisi sarana prasarana, guru-guru yang ada serta kondisi peserta didiknya.
Berbagai lembaga pendidikan yang ada memberikan keleluasaan orang tua untuk mendaftarkan anak-anaknya menimba pendidikan, baik itu di madrasah negeri/swasta ataupun Sekolah yang dibawah naungan dinas pendidikan dan kebudayaan. Mulai dari TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN, dan SMK/MAK.
Orang tua memasukan anak-anaknya di madrasah / di sekolah memiliki beragam sikap dan tingkah laku yang berbeda-beda, bahkan karakter yang luar biasa. Belum lagi pendidikan saat ini menuju pendidikan Indonesia emas, dengan itu peserta didik yang ada harus dibimbing dan diajarkan tentang bagaimana hidup dalam perkembangan zaman saat ini. Dengan perkembangan Teknologi guru-guru harus mampu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat yang banyak menitipkan anak-anaknya untuk didik, dibina dan diajar.
Peserta didik saat ini sangat jauh berbeda dengan kondisi kita saat duduk dibangku sekolah saat itu, mereka saat ini hidup dizaman teknologi yang serba canggih, kehidupan mereka dipenuhi dengan berbagai IT, hampir dan bahkan setiap detik mereka hidup dengan hanpondnya, sehingga kejiwaan mereka juga terpengaruh. Hal inilah yang menjadi beban berat bagi seorang guru saat dalam proses pembelajaran.
Sebagai guru tentunya tidak menutup mata mereka karena mendapatkan peserta didik yang memiliki tingkat kenakalan yang tinggi, bahkan ada peserta didik yang betul-betul tidak mau mendengar sama gurunya. Serta ditemukan peserta didik yang baik sampai-sampai menjadi kesayangan bagi guru, padahal yang demikian tentu menimbulkan kecemburuan sosial bagi peserta didik yang lainnya.

Saat ini kita masih dapatkan adanya guru-guru yang bermata lalat, pertanyaan apa kira-kira yang dimaksud dengan guru Bermata lalat? Baik penulis coba uraikan ya. Di sinilah muncul istilah Guru yang bermata lalat.
Guru yang bermata lalat maksudnya adalah bahwa banyak diantara guru-guru di sekolah ataupun di madrasah melihat peserta didik dari segi kesalahan dan kenakalan peserta didik semata. Bahkan seorang guru menganggap bahwa peserta didik tersebut tidak akan berubah, karena sudah itu karakternya, harusnya sebagai seorang guru dapat mengembangkan kompetensi sosial dan kompetensi pribadinya dalam melihat peserta didik yang demikian, seharusnya guru dapat melihat potensi-potensi yang ada pada peserta didik, semua yang dilihat hanya sebatas kekurangan yang ada, sesungguhnya pada diri peserta didik ada kelebihan yang tersembunyi dan tentunya juga ada yang nampak yang mungkin lebih dominan adalah masalah kenakalan peserta didik di sekolah maupun di madrasah. Olehnya itu sebagai guru dapat lebih mengenal lebih dekat pada peserta didik yang diajarnya sehingga tidak lagi menjadi guru yang bermata lalat.

Akankah ungkapan itu harus melekat pada diri seorang guru, tentunya tidak dengan cara berupaya mengasah kompetensi pribadi dan sosial dapat dikembangkan sehingga tugas sebagai guru untuk mengubah dan mengajarkan yang terbaik bagi peserta didik dapat menjadi idola bagi orang tuanya yang telah mempercayai sekolah/madrasah demi melihat anak-anaknya menjadi orang yang baik dan pintar serta berakhlak mulia.

Olehnya itu sebagai seorang guru tidak ada kata untuk tidak selalu belajar dan belajar demi mencerdaskan anak-anak bangsa dan negara ini.

Demikian sekilas catatan-catatan kecil dari penulis pengamatan yang ada.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Write's Blok

Menulis di Kala Sakit

Kebiasaan Buruk Seorang Guru