Mudik, lebaran dan orang tua

Mudik merupakan kegiatan yang selalu dikerjakan masyarakat Indonesia setiap akhir bulan Ramadhan, sehingga kegiatan ini tidak bisa hilang dari benak kita.Tradisi ini tentunya ingin menyambut pelaksanaan lebaran di kampung masing-masing, tidak mengenal apakah jarak yang di tempuh itu jauh dan memakan waktu yang panjang bahkan sangat melelahkan. Yang melaksanakan mudik tentunya mempersiapkan segalanya mulai dari keuangan, oleh-oleh dan sebagainya.
Tradisi bangsa Indonesia, Hari Raya Idul Fitri terkenal dengan nama lebaran, dalam kamus bahasa Indonesia kata lebaran dimaknai sebagai hari raya umat Islam yang tentunya jatuh pada 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
Kita sudah selesai menjalankan puasa yang merupakan kewajiban kita kaum muslim, dan tinggal kita lanjutkan pada bentuk perayaan kebahagiaan yang merupakan wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT.
Merupakan doa yang mendalam dan berisikan harapan agar setelah melaksanakan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan ini kita akan benar-benar kembali suci dan fitrah, menuju kemenangan dengan predikat takwa.
Sebuah kebahagian yang sangat kita rasakan ini belum lengkap jika kita merayakan idul Fitri sendiri. Tentunya kebahagian itu akan terasa lebih nikmat jika kita merayakan bersama orang-orang yang kita cintai, seperti Kedua Orang Tua, saudara dan pamili yang lain. Mudik tidak hanya memiliki dimensi makna yang sekedar pulang kampung saja, di sana terdapat nilai-nilai spritual yang tidak bisa diukur dengan materi dunia. Jarak yang jauh, melintasi laut dan sungai, jalan tanjakan melalui pengunungan yang terjal dan jalan berliku yang tidak dapat menghalangi rasa rindu dan kangen yang sangat dalam pada tanah kelahiran.
Ada yang berpendapat untuk apa mudik, kan sekarang ini sudah canggih, kita dapat menggunakan Teknologi yang canggih, ada HP, media sosial dan sebagainya. Semua itu tidak dapat menggantikan kualitas pertemuan secara langsung dengan sanak keluarga yang ada di kampung.
Bila kita ingin lebih dalam makna mudik adalah kembali ke pangkuan orang tua yang merupakan sosok yang paling berjasa telah melahirkan kita ke dunia, yang merupakan pahlawan dan Bidari dalam kesuksesan kehidupan kita, kita jangan sombong dan congkak dengan keberhasilan kita, karena semua yang kita raih dalam kehidupan ini tak terlepas dari doa orang tua, kalau penulis biasa sebut merupakan Bidari. Mereka adalah jimat kita yang sakral di dunia ini, olehnya itu jika kedua orang tua kita masih ada mari kita untuk selalu menjaga dan merawatnya, karena walaupun seluruh air laut kita pakai memandikan orang tua kita tidak akan pernah hilang apa yang telah diberikan kepada kita.
Dengan lebaran mari kita saling memaafkan dan yang paling penting adalah mohon maaf pada kedua orang tua.
Tolitoli, 10 Mei 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengatasi Write's Blok

Menulis di Kala Sakit

Kebiasaan Buruk Seorang Guru