Gairah Menulis Puisi
Pertemuan ke 5
Malam ini kami peserta angkatan 25 dan 26 GM, kembali diberikan materi tentang Gairah Menulis Puisi yang narasumbernya adalah Ibu Dra. E. Hasanah, M. Pd dan moderator Bapak Dail Ma'ruf.
Seperti biasanya kami diberi perkenalan seperti malam-malam sebelumnya, karena tak kenal maka tak sayang, olehnya itu kami peserta harus tau siapa sih narasumber kita malam ini, paling tidak peserta akan belajar menulis puisi, jujur membuat puisi tidak pernah saya buat, lewat kesempatan ini ingin belajar dan mengetahui bagaimana cara membuat puisi yang baik dan menarik untuk dibaca. Sambil menyiapkan minuman dan makanan ringan menemani belajar malam ini.
Melihat hasil karya narasumber malam ini luar biasa, membuat kami peserta semakin penasaran bagaimana cara menulis puisi yang baik, ternyata selain puisi juga ada yang prosa, bahkan narasumber dalam setahun sudah menulis lebih dari 60 buku antologi seperti gambar di atas.
Melihat dari judul yang ada maka perlu dijelaskan lebih dahulu arti dari judul pertemua ke 5, kita mulai dari :
Gairah artinya keinginan (hasrat, keberanian) kuat dan bersemangat.
Menulis artinya aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa atau menulis juga melahirkan pikiran atau perasaan lewat bahasa.
Jadi Gairah Menulis adalah menunjukkan pada aktivitas mengungkapkan keinginan yang keinginan yang kuat untuk mengungkapkan gagasan dan melahirkan pikiran atau perasaan lewat bahasa.
Sedangkan puisi menurut KBBI adalah:
1. Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, Matra, Rima, serta penyusunan jarik dan bait.
2. Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus.
3. Sajak
Kemudian yang perlu dipahami selanjutnya adalah tentang struktur fisik puisi (unsur wujud), seperti apa itu;
Bentuk : Berbentuk baris-bait
Diksi: Pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna
Majas: Bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair
Rima: Persamaan bunyi di baris/akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi.
Lanjut pada bagian ini akan diuraikan pula jenis puisi, ada jenis puisi lama dan jenis puisi baru.
Puisi lama adalah puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (Rima) banyak suku kata di tiap baris, sedangkan puisi baru adalah puisi yang tidak terikat oleh aturan, yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama.
Jenis puisi lama seperti:
Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan di tiap baris terdiri dari 8-12 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.
Ada juga Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6-8 atau 10 baris.
Kemudian perlu dipahami juga tentang ciri-ciri puisi baru:
1. Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
2. Persajakan akhir yang teratur
3. Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain.
4. Sebagian besar puisi empat seuntai (baris)
Jenis puisi baru adalah:
Balada, adalah puisi yang berisi kisah/cerita, Himne, puisi pujaan untuk menghormati Tuhan, seorang pahlawan atau tanah air, Ode, puisi sanjungan untuk orang yang berjasa, nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu, Epigram, puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup, Romansa, puisi yang berisi luapan cinta kasih, Elegi, puisi yang berisi ratap tangis atau kesedihan dan Satire, puisi yang berisi sindiran atau kritik.
Pertemuan ini sungguh luar biasa kami semua diajari menulis puisi, akhirnya saya menulis puisi dengan judul :
Aku dan dia
Aku tak kenal dirimu
Tapi engkau mengenalku
Aku tak tahu apa yang harus kuperbuat padamu
Hati ini terpanah olehmu
Tapi mungkinkah itu terjadi
Semuanya ku serahkan pada sang pencipta
27 Mei 2022
Ilham
Moderator luar biasa yang memberikan semangat kepada seluruh peserta dengan batas waktu yang diberikan akhirnya ada 40 puisi yang dibuat oleh peserta angkatan 25 sungguh luar biasa materi pertemua ke 5 yang narasumbernya ibu Hasanah, terima kasih banyak telah berbagi bersama peserta BM angkatan 25 semoga apa yang ibu berikan mendapat amal jariyah dari Allah SWT. Aamiin
Komentar
Posting Komentar